Warisan Budaya dari Gorontalo

Sedikit berbeda degan provinsi lain di kawasan Sulawesi, Gorontalo baru dibentuk sebagai provinsi pada tahun 2000 silam. Wilayah ini merupakan pemekaran dari Sulawesi Utara yang sebelumnya membentang di seluruh peninsula Sulawesi sejak kemerdekaan Indonesia.

Dibentuknya provinsi baru bernama Gorontalo sebenarnya bukan tanpa alasan. Kawasan ini cukup luas dengan potensi alam dan wisatanya yang memikat. Selain itu, kawasan Gorontalo juga dikenal memiliki warisan budaya yang banyak. Berikut beberapa warisan budaya dari Gorontalo yang harus Anda ketahui.

Dikili

Budaya Saat Walima di Gorontalo

Gambar: umm.ac.id. Budaya Saat Walima (Maulid Nabi) di Gorontalo.

Dengan sebutan Serambi Madinah, Gorontalo merupakan kota dengan budaya Islam yang kental dan berbaur dengan tradisi lokal. Salah satu budaya yang menggabungkan keduanya adalah Dikili. Budaya ini diadakan untuk memperingat hari kelahiran Nabi Muhammad sesuai dengan tradisi lokal Gorontalo.

Dikili dilakukan dengan melantunkan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad yang merupakan pemimpin umat Islam dan rasul. Pujian ini dilakukan dengan nyanyian dan zikir sehabis salat Isya dan berakhir pada pagi esok harinya sekitar pukul 09.00-10.00. Para ulama dan santri biasanya bergantian melakukan pujian semalam suntuk.

Setelah acara Dikili selesai dilakukan, masyarakat di sekitar masjid akan datang untuk berkumpul. Mereka akan membawa makanan untuk dibagikan dan dimakan bersama-sama. Pada tahun 2018, Dikili ditetapkan pemerintah sebagai warisan budaya tak benda yang dianggap penting.

Momeati

Momeati adalah acara adat yang bertujuan untuk upacara kedewasaan dan penyucian diri dengan tradisi Islam. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan moral dan acara agama agar seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Momeati dilakukan untuk membina keluarga khususnya anak perempuan. Hal ini dilakukan agar anak perempuan mampu menjaga kesucian dirinya dari awal hingga akhirnya menikah. Momeati diadakan secara turun-temurun dan menggabungkan beberapa rangkaian acara adat.

Pulanga

Pulanga di Gorontalo

Gambar: Kompas. Penganugrahan Gelar Adat (Pulanga) Kepada Sekda Gorontalo.

Pulanga adalah gelar yang diberikan oleh pimpinan adat Gorontalo untuk mereka yang berjasa untuk negeri khususnya kawasan Gorontalo. Sebelum gelar ini diberikan, musyawarah adat akan dilakukan oleh sesepuh atau mereka yang dianggap kompeten. Selanjutnya, seseorang yang dianggap berjasa akan diusulkan dan disetujui.

Gelar paling pari dari Pulanga atau gelar kebangsawanan dari Gorontalo diberikan kepada Kapolda Gorontalo bernama Brigjen Pol Rachmad Fudail. Gelar ini diberikan kepada beliau karena berhasil membangun sekolah kepolisian di kawasannya untuk memajukan keamanan dan persatuan.

Gelar Pulanga sebelumnya juga pernah diberikan kepada salah satu raja yang masih tersisa di Pulau Jawa. Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X pernah diberikan gelar ini pada tahun 2008 karena terlah mengabdi secara turun-temurun untuk menjaga adat dan budaya Jawa.

Momuhuto

adat-baiat-masyarakat-gorontalo

Gambar: Dakwatuna. Ilustrasi Acara Membeat

Momuhuto adalah salah satu rangkaian upacara membeat atau Momeati. Upacara ini dilakukan untuk pertanda seorang gadis akan memasuki masa kedewasaan atau awal menstruasi. Dari beberapa rangkaian adat itu terdapat Momuhuto yang sangat penting. Momuhuto secara singkat adalah upacara siraman untuk menyucikan diri.

Momuhuto dilakukan oleh keluarga dan juga pemangku adat. Gadis yang dianggap sudah masuk kedewasaan akan disiram dengan air yang telah diberi pewangi yang terdiri dari 7 buah peruan bambu kuning. Campuran ini akan disiramkan oleh orang tua lalu pemangku adat dengan diiringi oleh sajak dan puji-pujian.

Meeraji

Meeraji adalah peringat Isra Miraj yang dilakukan di Gorontalo. Konon, peringatan ini dilakukan secara turun-temurun sejak abad ke-17 oleh keluarga kerajaan. Pemimpin Gorontalo yang saat itu memimpin menuliskan kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam sebuah kitab dengan tulisan arab pegon lalu diceritakan saat Isra Miraj.

Dahulu kala, perayaan Meeraji ini dilakukan selama sebulan penuh hingga jelang Ramadan. Namun, saat ini hanya dilakukan selama beberapa hari meski esensinya tetap sama. Menceritakan perjalanan nabi ke masyarakat agar selalu diingat dan meningkatkan ketakwaan kepada pencipta.

Molalunga

Molalunga adalah tradisi pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Gorontalo. Penduduk kawasan Sulawesi memiliki tradisi pemakaman yang unik di berbagai daerah seperti Tana Toraja hingga ke kawasan peninsula. Nah, Molalunga ini sendiri dilakukan dengan sedikit percampuran budaya Islam yang masuk sejak abad pertengahan.

Molalunga dilakukan oleh masyarakat karena tiga hal. Yang pertama adalah mengedepankan nilai religi. Melakukan aktivitas ini akan mengajarkan nilai-nilai yang baik pada generasi yang masih hidup. Selanjutnya adalah nilai penghormatan. Mereka yang sudah meninggal akan dihormati sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Penghormatan ini juga berdasarkan jasa yang telah dilakukan.

Terakhir adalah pengharapan pada jenazah dan perilakunya selama hidup. Masyarakat atau keluarga melakukan ini untuk memberikan jalan yang baik dan terbebaskan dari dosa besar kalau memang ada.

Bandayo Po Boide

Bandayo Po Boide

Gambar: Warisan Budaya. Rumah Adat Gorontalo Bandayo Po Boide.

Bandayo Po Boide adalah rumah adat yang dimiliki oleh masyarakat Gorontalo. Rumah ini mirip sekali dengan rumah panggung dan hampir semua komponennya terbuat dari bahan kayu lengkap dengan ornamen-ornamen yang ada di sekelilingnya.

Bagi masyarakat Gorontalo, rumah adat ini sangat penting karena digunakan untuk tempat berkumpul dan bermusyawarah. Selain itu, rumah Bandayo Po Boide ini juga digunakan untuk acara adat, menerima tamu negara yang penting, dan upacara perkawinan adat yang sakral.

Saat ini Bandayo Po Boide sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya yang penting. Masyarakat setempat diharapkan mau menjaganya agar di kemudian hari warisan leluhur ini tidak hilang.

Dari ulasan di atas terlihat dengan jelas kalau Gorontalo kaya akan budaya. Warisan budaya Gorontalo pun juga sudah diakui oleh pemerintah. Semoga ulasan di atas menambah wawasan kita semuanya. Jangan lupa untuk berbagi dengan jaringan pertemanan Anda, langkah kecil ini juga merupakan bagian dari partisipasi kita orang Indonesia untuk turut melestarikan budaya Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Theme developed by TouchSize - Premium WordPress Themes and Websites